
SURABAYA, 8 MARET 206 – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong percepatan penyediaan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hunian terjangkau di daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri acara buka puasa bersama DPD REI Jawa Timur yang digelar di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini juga dihadiri Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, pengurus REI, pengembang, serta pelaku industri properti di Jawa Timur.
Ia menegaskan bahwa sektor perumahan memiliki peran strategis karena tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas.
Kontribusi pengembang dalam penyediaan rumah untuk MBR di Jawa Timur terus meningkat. Tercatat, sebanyak 32.384 unit rumah MBR telah direncanakan dan dibangun oleh para pengembang.
Rinciannya meliputi 6.947 unit rumah siap huni, 10.087 unit dalam proses pembangunan, serta 15.350 unit yang direncanakan dibangun pada 2026.
Selain itu, program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) juga menunjukkan capaian signifikan di Jawa Timur. Dalam periode 2023–2025, sebanyak 45.543 unit rumah telah tersalurkan melalui skema FLPP dengan nilai pembiayaan sekitar Rp5,3 triliun.
Sementara hingga Januari 2026, penyaluran FLPP di Jawa Timur telah mencapai 795 unit rumah. Dengan capaian tersebut, Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam penyaluran FLPP secara nasional.
Khofifah menjelaskan bahwa pemerintah terus menghadirkan berbagai kebijakan strategis untuk mempercepat pembangunan perumahan, termasuk melalui program pembangunan tiga juta rumah.
Program tersebut menargetkan pembangunan 1 juta rumah di kawasan perkotaan dan 2 juta rumah di wilayah pedesaan untuk mengurangi backlog perumahan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
Menurutnya, peran pengembang sangat penting dalam mendukung program tersebut karena sektor properti memiliki dampak ekonomi yang luas.
“Kontribusi para pengembang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak,” kata Khofifah.
Ia berharap REI Jawa Timur dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat, khususnya kelompok MBR.
Khofifah berharap kebersamaan antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat dapat semakin memperkuat upaya menghadirkan lebih banyak hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat Jawa Timur.




