kronikberita.com

Penting dan Mendalam

Lifestyle

Tren Skincare dari Jaringan Kulit Manusia di Korsel Picu Kontroversi

Seoul, Jumat 17 April 2026- Industri estetika Korea Selatan kini tengah disorot akibat maraknya produk penguat kulit (skin booster) yang terbuat dari jaringan kulit jenazah donor

Meski populer sebagai alternatif suntikan sintetis, produk berbasis matriks ekstraseluler (ECM) ini menuai kritik tajam karena dianggap mengeksploitasi donasi tubuh manusia demi keuntungan komersial

Dalam audit parlemen baru-baru ini, para ahli memperingatkan adanya celah regulasi yang berbahaya. Karena dikategorikan sebagai transplantasi jaringan dan bukan perangkat medis, produk ini tidak melalui uji klinis yang ketat

Selain risiko keamanan biologis, masalah etika menjadi perhatian utama. Penggunaan jaringan manusia untuk tujuan kecantikan dianggap mencederai niat mulia para donor dan dikhawatirkan akan menurunkan angka donasi tubuh di masa depan

Data menunjukkan 60,9% masyarakat Korea Selatan mendukung pembatasan ketat atau pelarangan penggunaan jaringan manusia untuk estetika

Meski permintaan pasar tinggi, pemerintah kini mulai mengambil langkah hati-hati dengan meninjau regulasi baru dan berencana membatasi iklan prosedur kosmetik tersebut guna menjaga batasan antara pengobatan rekonstruksi medis dan industri kecantikan murni, seperti dilansir dari The Korea Herald