
SURABAYA, 9 FEBRUARI 2026 – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Profesor Muslimat Nahdlatul Ulama (APMNU) sekaligus mengukuhkan kepengurusan APMNU.
Rakornas yang diikuti para profesor Muslimat NU dari berbagai daerah di Indonesia serta dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi itu berlangsung sederhana dan bersahaja.
Meski demikian, forum ini menjadi momentum penting konsolidasi gagasan dan penguatan peran intelektual perempuan NU dalam menjawab tantangan zaman.
Selain membahas Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) organisasi, Rakornas juga menjadi ruang pertukaran pemikiran strategis terkait kontribusi keilmuan para akademisi Muslimat NU bagi masyarakat dan bangsa.
Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya peran strategis para profesor Muslimat NU dalam menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan kebangsaan. Menurutnya, kapasitas keilmuan yang dimiliki harus mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Para profesor Muslimat NU memiliki kekuatan keilmuan yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana ilmu tersebut dibumikan agar memberi solusi nyata dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat,” ujar Khofifah Kegiatan tersebut digelar di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat (6/2/2026) malam.
Khofifah juga menilai, forum intelektual tidak selalu harus berlangsung secara formal. Ruang dialog yang hangat dan egaliter justru dinilai lebih efektif melahirkan gagasan jernih dan keputusan yang bijaksana.
“Kekuatan NU bukan hanya pada intelektualitasnya, tetapi juga pada tradisi kebersamaan dan kesederhanaan. Ini menunjukkan bahwa kecendekiaan dan kerakyatan dapat berjalan beriringan,” katanya.
Ia turut mengapresiasi Rakornas APMNU yang membahas PD/PRT sebagai fondasi penting dalam memperkuat organisasi, baik secara struktural maupun kultural. Aturan dasar yang kokoh, menurut Khofifah, menjadi pijakan utama agar kontribusi para profesor Muslimat NU semakin berdampak bagi pembangunan bangsa.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengukuhkan kepengurusan Asosiasi Profesor Muslimat NU yang dipimpin Prof. Dr. Amany Lubis. Ia berharap APMNU dapat terus menjadi ruang pengabdian keilmuan yang memberi manfaat luas bagi umat dan negara.
“Ilmu yang tinggi akan semakin bermakna ketika dibumikan dengan ketulusan, kesederhanaan, dan semangat khidmah. Nilai-nilai inilah yang terus kita rawat bersama di Muslimat NU,” pungkas Khofifah.


